Ini adalah sebuah kisah drama yang mendebarkan.
Menceritakan tentang seorang pembantu rumah tangga bernama Jack. Namanya cukup
keren, tapi apalah arti sebuah nama jika ia adalah seorang pembantu rumah
tangga.
Ia bekerja di sebuah rumah direktur perusahaan Tuprak Corp yang terkenal kaya. Sudah 3 tahun Jack bekerja di rumah Pak Ruting. Jack membantu segala pekerjaan rumah di rumah Pak Ruting, menyapu, mengepel, memasak, membersihkan kebun, memperbaiki mobil, menyemen, memperbaiki genteng, menyalakan lampu, menghidupkan AC, menuangkan minuman, menyuapi Pak Ruting, melemparkan sampah dan lain-lain. Jack terkenal sebagai Pembantu yang serba bisa, meskipun begitu Jack adalah manusia biasa yang bisa capek.
Ngomong2, Pak Ruting punya kumis dan rambut yang panjang. Aku tau
itu tidak penting, tapi supaya kalian bisa membayangkan rupa Pak Ruting seperti
apa. Pak Ruting bukan seorang yang galak. Pak Ruting hanya tegas. Yang kejam
itu Istri beliau, Ibu Wulia. Ketika Pak Ruting pergi ke kantor, Ibu Wulia
sering sekali menyuruh Jack dengan pekerjaan2 berat yang mungkin bisa terdengar
mustahil dan ga penting dilakukan oleh seorang pembantu rumah tangga. Tidak perlu
dijelaskan, karena ceritanya akan dimulai dari suatu hari.
Suatu hari…
“Jack! Bangun! Ini sudah pagi!” Suara itu ada di balik pintu. Jack
terbangun dari tidurnya. Ia ada di kamar biasanya. Kamar Pembantu.
“Kalau malam aku tidak akan bangun!!” Jack membalas suara itu. Sedikit
membentak sih. Karena Jack mengenali suara Ibu Wulia. Jack kesal dengan
majikannya itu.
“Berani ya kamu! Ayo keluar!” Bu Wulia marah, hahaha! Kau pembantu
yang berani Jack!
Jack bangun dari kasurnya, ia langsung membuka pintu itu. Wajah
Jack masih berantakan untuk bertemu Bu Wulia. Jack menghiraukan itu. Dia hanya
mencari kacamatanya dan memakainya.
Wajah Bu Wulia di depan pintu itu
sedikit ngambek. Seketika melihat wajah Jack di pintu yang terbuka, Bu Wulia
langsung mengomel
“Kamu tau gak ini jam berapa?! Pak
Ruting sudah pergi berangkat ke kantor! Kamu itu kenapa tidak bersyukur sih
kerja disini malas-malasan. Kamu mau saya pecat?!”
“Maaf Bu Wulia, aku tau aku salah,
sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga kan?” Jack berusaha
mencari alasan, tapi alasannya sangat tidak logis.
“Aku tidak mengerti, Jack (-_-)
Sekarang kau menyapu teras dengan tangan kiri di atas! Cepaaat!!” Ini dia tugas
aneh yang diberikan Bu Wulia berikan pada Jack hari ini.
Jack mulai mengambil sapu kemudian
berwajah sinis di belakang Bu Wulia lalu pergi ke teras menyapu dengan gaya
yang diperintahkan Bu Wulia. Tangan kiri di atas, dan dia menyapu.
Di depan teras, ada John. Salah satu
satpam rumah itu, dia tidak menyukai Jack karena Jack lebih disukai oleh Pak
Ruting daripada John. Dia tidak suka melihat gaya Jack menyapu, hatinya dipenuhi
dengki ketika melihat Jack.
Segera ia berdiri dan menghampiri
Jack.
“WOI!!! Kerja yang bener!!” ia
melempar kulit pisang yang tersedia di Belt Satpamnya dan melempar tepat di
pijakan Jack. “Banana Throw!!” ini nama jurus John melempar kulit pisangnya.
“Oh tidak!!” Jack terkejut John
melakukan jurus itu. Jika dia melanjutkan langkah
menyapunya dan menginjak kulit
itu, Jack akan terjatuh!! Jack berusaha melakukan manuvernya, ia berputar dan
berbalik. Namun naas, kakinya terpelintir dan akhirnya ia terjatuh ke lantai. Kulit
pisang itu tetap melaju dan menabrak sebuah tangga, tangga itu menimpa Jack.
Sudah terpelintir, tertimpa tangga.
“Ahahaha!! Makanya!! Nyapu jangan kebanyakan
gaya!!” John pergi berlalu sambil melanjutkan tawanya.
Jack hanya mengelus dada, meskipun
darah mengucur dari kepalanya. Ia menengadahkan kedua tangannya ke atas dan
berdoa.
“Ya Allah, kenapa hidupku
penuh dengan lara dan derita. Aku mengharap kekuatan darimu ya Allah. Amiin”
Suara Crew juga mengamini doa Jack.
Jack melanjutkan menyapu dengan
gayanya meskipun ia menangis dan berkucuran darah.