Bagian Pertama

            Ini adalah sebuah kisah drama yang mendebarkan. Menceritakan tentang seorang pembantu rumah tangga bernama Jack. Namanya cukup keren, tapi apalah arti sebuah nama jika ia adalah seorang pembantu rumah tangga.

            Ia bekerja di sebuah rumah direktur perusahaan Tuprak Corp yang terkenal kaya. Sudah 3 tahun Jack bekerja di rumah Pak Ruting. Jack membantu segala pekerjaan rumah di rumah Pak Ruting, menyapu, mengepel, memasak, membersihkan kebun, memperbaiki mobil, menyemen, memperbaiki genteng, menyalakan lampu, menghidupkan AC, menuangkan minuman, menyuapi Pak Ruting, melemparkan sampah dan lain-lain. Jack terkenal sebagai Pembantu yang serba bisa, meskipun begitu Jack adalah manusia biasa yang bisa capek.

Ngomong2, Pak Ruting punya kumis dan rambut yang panjang. Aku tau itu tidak penting, tapi supaya kalian bisa membayangkan rupa Pak Ruting seperti apa. Pak Ruting bukan seorang yang galak. Pak Ruting hanya tegas. Yang kejam itu Istri beliau, Ibu Wulia. Ketika Pak Ruting pergi ke kantor, Ibu Wulia sering sekali menyuruh Jack dengan pekerjaan2 berat yang mungkin bisa terdengar mustahil dan ga penting dilakukan oleh seorang pembantu rumah tangga. Tidak perlu dijelaskan, karena ceritanya akan dimulai dari suatu hari.

Suatu hari…

“Jack! Bangun! Ini sudah pagi!” Suara itu ada di balik pintu. Jack terbangun dari tidurnya. Ia ada di kamar biasanya. Kamar Pembantu.

“Kalau malam aku tidak akan bangun!!” Jack membalas suara itu. Sedikit membentak sih. Karena Jack mengenali suara Ibu Wulia. Jack kesal dengan majikannya itu.

“Berani ya kamu! Ayo keluar!” Bu Wulia marah, hahaha! Kau pembantu yang berani Jack!

Jack bangun dari kasurnya, ia langsung membuka pintu itu. Wajah Jack masih berantakan untuk bertemu Bu Wulia. Jack menghiraukan itu. Dia hanya mencari kacamatanya dan memakainya.
            
Wajah Bu Wulia di depan pintu itu sedikit ngambek. Seketika melihat wajah Jack di pintu yang terbuka, Bu Wulia langsung mengomel

            “Kamu tau gak ini jam berapa?! Pak Ruting sudah pergi berangkat ke kantor! Kamu itu kenapa tidak bersyukur sih kerja disini malas-malasan. Kamu mau saya pecat?!”

            “Maaf Bu Wulia, aku tau aku salah, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga kan?” Jack berusaha mencari alasan, tapi alasannya sangat tidak logis.

            “Aku tidak mengerti, Jack (-_-) Sekarang kau menyapu teras dengan tangan kiri di atas! Cepaaat!!” Ini dia tugas aneh yang diberikan Bu Wulia berikan pada Jack hari ini.

            Jack mulai mengambil sapu kemudian berwajah sinis di belakang Bu Wulia lalu pergi ke teras menyapu dengan gaya yang diperintahkan Bu Wulia. Tangan kiri di atas, dan dia menyapu.

            Di depan teras, ada John. Salah satu satpam rumah itu, dia tidak menyukai Jack karena Jack lebih disukai oleh Pak Ruting daripada John. Dia tidak suka melihat gaya Jack menyapu, hatinya dipenuhi dengki ketika melihat Jack.

            Segera ia berdiri dan menghampiri Jack.

            “WOI!!! Kerja yang bener!!” ia melempar kulit pisang yang tersedia di Belt Satpamnya dan melempar tepat di pijakan Jack. “Banana Throw!!” ini nama jurus John melempar kulit pisangnya.

            “Oh tidak!!” Jack terkejut John melakukan jurus itu. Jika dia melanjutkan langkah 
menyapunya dan menginjak kulit itu, Jack akan terjatuh!! Jack berusaha melakukan manuvernya, ia berputar dan berbalik. Namun naas, kakinya terpelintir dan akhirnya ia terjatuh ke lantai. Kulit pisang itu tetap melaju dan menabrak sebuah tangga, tangga itu menimpa Jack. Sudah terpelintir, tertimpa tangga.

            “Ahahaha!! Makanya!! Nyapu jangan kebanyakan gaya!!” John pergi berlalu sambil melanjutkan tawanya.

            Jack hanya mengelus dada, meskipun darah mengucur dari kepalanya. Ia menengadahkan kedua tangannya ke atas dan berdoa.
            “Ya Allah, kenapa hidupku penuh dengan lara dan derita. Aku mengharap kekuatan darimu ya Allah. Amiin” Suara Crew juga mengamini doa Jack.



            Jack melanjutkan menyapu dengan gayanya meskipun ia menangis dan berkucuran darah.