Bagian Kedua

            “Kau menjadi pembantu yang baik. Kau harus menjadi pembantu yang rajin! kau tidak  boleh mengecewakan majikanmu!” Jack berkata kepada dirinya sendiri ketika ia sedang menyiram kebun.


            Di belakangnya, Pak Ruting dating menghampiri Jack. Beliau membawa secangkir teh hangat di tangan kanannya. Ia berhenti lalu berkata pada Jack memerintah.

            “Jack, jangan lupa jemput Tipa sore ini”

            Jack menyipit. “Sekarang jam berapa emang pak?”

            Pak Ruting melihat jam tangannya, seketika cangkir teh di tangan kanannya terbalik dan teh hangat itu membasahi baju Pak Ruting.

            “Sekarang masih jam 3, kau jemput dia jam 4 ya” Pak Ruting tak sadar teh itu membasahi bajunya.

            “UWOOOOO!!!! MAAFKAN AKU PAK RUTEEENNNGG!!!” Jek merasa bersalah menanyakan jam pada Pak Ruting, Ia langsung mengarahkan selangnya ke Pak Ruting. Pak Ruting basah. Beliau kaget tetapi tetap di tempat.

            “AKU TIDAK SENGAJA PAK RUTEEEENNGG!!!” airnya semakin kencang. Pak Ruting akhirnya mandi di air yang mancur dari selang kebun itu.

            “Nah sekarang sudah bersih” Jack menghela puas.

            “Kerja bagus, Jack! Sekarang jemput Tipa!” Pak Ruting tersenyum.

            “SIAP PAK!” Jack hormat kepada Pak Ruting.

            Jack melangkah mantap, tapi belum jauh dari Pak Ruting, Pak Ruting menahan tangan Jack. Jack terkejut, ia menoleh menatap Pak Ruting.

            “Pastikan kau tidak mati, Jack” Wajah Pak Ruting serius.

            Jack hanya diam, kemudian tersenyum. Lalu berlalu menuju garasi.

**

            Tipa adalah anak gadis Pak Ruting yang masih SMA. Ia aktif di OSIS sekolah, sehingga ia sering pulang sore. Dia adalah tipe gadis Tsundere gitu. Tapi Jack tidak membencinya, lagipula dia bukan Tsundere yang jahat.

            Seperti biasanya, Jack datang menjemput Tipa naik motor. Motor itu tersimpan di garasi rumah itu. Sebenarnya Pak Ruting menyediakan mobil untuk digunakan Jack sebagai transportasi kemanapun, tetapi Jack lebih menyukai menggunakan motornya sendiri. Itu adalah motor kesayangannya yang sudah didapatkan sejak SMA. Saking sayangnya, Jack memberikan motor itu sebuah nama. Yaitu “Motor” Memang namanya agak aneh, itu sama seperti kalian menamakan kucing kalian dengan “Cat”. Jack suka memanggil motornya dengan sebutan “Motor”. Ini Serius.

            Ketika Jack masuk garasi, ia menemui John disana. John sedang Cover Dance Heavy Rotation. Lagunya terdengar kencang. Jack terdiam.

            John melihat Jack dibelakangnya dan terkejut. Sekejap ia merubah gerakannya jadi gerakan Karate. Lagunya berubah jadi Avenged Sevenfold.

            “APA LIHAT LIHAT?!” ia melihat Jack dengan sinis.

            “ah tidak” Jack merasa bersalah melihat hal tadi. Seakan 3 detik hidupnya terbuang sia-sia. “Aku hanya mau menjemput Tipa di sekolah”

            “oooh…” John bergumam.

            “Orang ini sudah melihat aku dance cover Hebirot! Orang ini harus aku singkirkan, 
sebelum orang lain tahu! Iya! Jack harus kusingkirkan. Khu khu khu… aku akan membuat rem motornya blong!! Aku harus buat kesempatan dulu untuk menyabotase motornya!” John punya makar yang ia rencanakan!

            “Kalau begitu, sebelum kau pergi naik motor, sebaiknya kau ambilkan dulu ember di kamar mandi” John menyuruh Jack mengambilkan ember supaya ia bisa membuat rem motor Jack blong.

            “Untuk apa?” Jack tidak mengerti,

            “Sudahlah ambilkan saja sana!” John memaksa

            “Ini maksudmu?” Seakan sulap, Jack mengeluarkan ember dibalik badannya.

            “a..apa?! bagaimana kau bisa melakukan itu?! Kalau begitu ambilkan spatula di dapur!!” John hanya terkejut.

            “Maksudmu ini?” Jack mengeluarkan spatula di balik badannya.

            “HEY! Bagaimana kau melakukannya?! Ambilkan foto member JKT48!”

            “ah! Aku tidak tahu dimana itu” Jack panik!

            “KALAU BEGITU CARI!!” mendengar itu Jack langsung pergi dari garasi segera.

            “Hahahahah!! Ini dia kesempatanku!” John segera menghampiri motor Jack dan menaruh sebuah gelas Aqua kosong di antara mesin motor. Lalu tertawa terbahak bahak. “HAHAHAHAHA!!! Rasakan Jack!”

John meninggalkan motor itu. Meninggalkan motor yang sudah disabotase yang sekiranya akan mencelakakan Jack.

**

Jack tiba di garasi dengan sebuah photopack member yang dibungkus plastik hitam. Ia bingung mencari John. Ia hendak memberikan photopack itu padanya. Jack merasa senang bisa menemukan photopack ini. Karena ini adalah oshi-nya John. Tapi sekarang hampir jam 4. Ia harus menjemput Tipa. Ia meletakkan photopack itu di atas meja garasi, segera menaiki motor dan segera melaju menuju SMA-nya Tipa.

John menyaksikan Jack melaju meninggalkan garasi rumah. Sambil tersenyum, dia menghampiri bungkusan plastic hitam di atas meja garasi.

“Jack, Jack… kasihan sekali dirimu, gampang ditipu! Hahaha!” Ia tertawa sambil membuka bungkusan itu.

Namun ia terkejut, sungguh terkejut. Hingga petir terdengar. Ini adalah photopack oshinya yang sudah graduate!!

John sedih, Jack terlalu baik memberikannya photo member oshinya. Ia langsung merasa bersalah telah menyabotase motor Jack.

“Astaghfirullahaladziiiimm” ia jatuh berlutut. Menyesal apa yang selama ini telah Ia lakukan pada Jack.

Di depan ada tukang siomay, menawarkan dagangannya ke seseorang yang sedang berlutut di sebuah garasi rumah. Si tukang somay merasa orang itu sepertinya kelaparan.

“Siomay pak?”

“TIDAAAAAKKKKK!!!!!!” John berteriak ke angkasa

Tukang siomay terkejut dan segera pergi. Lalu ada tukang jualan sandal.

“TIDAAAAAKKKKK!!!!!” tukang sandal pergi.Lalu ada tukang servis remot.

“TIDAK! TIDAK! TIDAAAAAKKK!!” tukang servis remot segera pergi.

“JANGAN PERGGIIIII!!!!! REMOT TIVI GUE RUSAKKKK!!!” John mengejar tukang servis remot itu sambil menangis.