“Kau
menjadi pembantu yang baik. Kau harus menjadi pembantu yang rajin! kau tidak boleh mengecewakan majikanmu!” Jack berkata
kepada dirinya sendiri ketika ia sedang menyiram kebun.
Di
belakangnya, Pak Ruting dating menghampiri Jack. Beliau membawa secangkir teh
hangat di tangan kanannya. Ia berhenti lalu berkata pada Jack memerintah.
“Jack,
jangan lupa jemput Tipa sore ini”
Jack
menyipit. “Sekarang jam berapa emang pak?”
Pak
Ruting melihat jam tangannya, seketika cangkir teh di tangan kanannya terbalik
dan teh hangat itu membasahi baju Pak Ruting.
“Sekarang
masih jam 3, kau jemput dia jam 4 ya” Pak Ruting tak sadar teh itu membasahi
bajunya.
“UWOOOOO!!!!
MAAFKAN AKU PAK RUTEEENNNGG!!!” Jek merasa bersalah menanyakan jam pada Pak
Ruting, Ia langsung mengarahkan selangnya ke Pak Ruting. Pak Ruting basah. Beliau
kaget tetapi tetap di tempat.
“AKU
TIDAK SENGAJA PAK RUTEEEENNGG!!!” airnya semakin kencang. Pak Ruting akhirnya
mandi di air yang mancur dari selang kebun itu.
“Nah
sekarang sudah bersih” Jack menghela puas.
“Kerja
bagus, Jack! Sekarang jemput Tipa!” Pak Ruting tersenyum.
“SIAP
PAK!” Jack hormat kepada Pak Ruting.
Jack
melangkah mantap, tapi belum jauh dari Pak Ruting, Pak Ruting menahan tangan
Jack. Jack terkejut, ia menoleh menatap Pak Ruting.
“Pastikan
kau tidak mati, Jack” Wajah Pak Ruting serius.
Jack
hanya diam, kemudian tersenyum. Lalu berlalu menuju garasi.
**
Tipa
adalah anak gadis Pak Ruting yang masih SMA. Ia aktif di OSIS sekolah, sehingga
ia sering pulang sore. Dia adalah tipe gadis Tsundere gitu. Tapi Jack tidak
membencinya, lagipula dia bukan Tsundere yang jahat.
Seperti
biasanya, Jack datang menjemput Tipa naik motor. Motor itu tersimpan di garasi
rumah itu. Sebenarnya Pak Ruting menyediakan mobil untuk digunakan Jack sebagai
transportasi kemanapun, tetapi Jack lebih menyukai menggunakan motornya
sendiri. Itu adalah motor kesayangannya yang sudah didapatkan sejak SMA. Saking
sayangnya, Jack memberikan motor itu sebuah nama. Yaitu “Motor” Memang namanya
agak aneh, itu sama seperti kalian menamakan kucing kalian dengan “Cat”. Jack
suka memanggil motornya dengan sebutan “Motor”. Ini Serius.
Ketika
Jack masuk garasi, ia menemui John disana. John sedang Cover Dance Heavy
Rotation. Lagunya terdengar kencang. Jack terdiam.
John melihat Jack
dibelakangnya dan terkejut. Sekejap ia merubah gerakannya jadi gerakan Karate.
Lagunya berubah jadi Avenged Sevenfold.
“APA
LIHAT LIHAT?!” ia melihat Jack dengan sinis.
“ah
tidak” Jack merasa bersalah melihat hal tadi. Seakan 3 detik hidupnya terbuang
sia-sia. “Aku hanya mau menjemput Tipa di sekolah”
“oooh…”
John bergumam.
“Orang
ini sudah melihat aku dance cover Hebirot! Orang ini harus aku singkirkan,
sebelum orang lain tahu! Iya! Jack harus kusingkirkan. Khu khu khu… aku akan
membuat rem motornya blong!! Aku harus buat kesempatan dulu untuk menyabotase
motornya!” John punya makar yang ia rencanakan!
“Kalau
begitu, sebelum kau pergi naik motor, sebaiknya kau ambilkan dulu ember di
kamar mandi” John menyuruh Jack mengambilkan ember supaya ia bisa membuat rem
motor Jack blong.
“Untuk
apa?” Jack tidak mengerti,
“Sudahlah
ambilkan saja sana!” John memaksa
“Ini
maksudmu?” Seakan sulap, Jack mengeluarkan ember dibalik badannya.
“a..apa?!
bagaimana kau bisa melakukan itu?! Kalau begitu ambilkan spatula di dapur!!”
John hanya terkejut.
“Maksudmu
ini?” Jack mengeluarkan spatula di balik badannya.
“HEY!
Bagaimana kau melakukannya?! Ambilkan foto member JKT48!”
“ah!
Aku tidak tahu dimana itu” Jack panik!
“KALAU
BEGITU CARI!!” mendengar itu Jack langsung pergi dari garasi segera.
“Hahahahah!!
Ini dia kesempatanku!” John segera menghampiri motor Jack dan menaruh
sebuah gelas Aqua kosong di antara mesin motor. Lalu tertawa terbahak bahak. “HAHAHAHAHA!!!
Rasakan Jack!”
John meninggalkan motor itu. Meninggalkan
motor yang sudah disabotase yang sekiranya akan mencelakakan Jack.
**
Jack tiba di garasi dengan sebuah
photopack member yang dibungkus plastik hitam. Ia bingung mencari John. Ia
hendak memberikan photopack itu padanya. Jack merasa senang bisa menemukan photopack
ini. Karena ini adalah oshi-nya John. Tapi sekarang hampir jam 4. Ia harus
menjemput Tipa. Ia meletakkan photopack itu di atas meja garasi, segera menaiki
motor dan segera melaju menuju SMA-nya Tipa.
John menyaksikan Jack melaju meninggalkan
garasi rumah. Sambil tersenyum, dia menghampiri bungkusan plastic hitam di atas
meja garasi.
“Jack, Jack… kasihan sekali dirimu,
gampang ditipu! Hahaha!” Ia tertawa sambil membuka bungkusan itu.
Namun ia terkejut, sungguh terkejut. Hingga
petir terdengar. Ini adalah photopack oshinya yang sudah graduate!!
John sedih, Jack terlalu baik
memberikannya photo member oshinya. Ia langsung merasa bersalah telah
menyabotase motor Jack.
“Astaghfirullahaladziiiimm” ia jatuh
berlutut. Menyesal apa yang selama ini telah Ia lakukan pada Jack.
Di depan ada tukang siomay, menawarkan
dagangannya ke seseorang yang sedang berlutut di sebuah garasi rumah. Si tukang
somay merasa orang itu sepertinya kelaparan.
“Siomay pak?”
“TIDAAAAAKKKKK!!!!!!” John berteriak ke
angkasa
Tukang siomay terkejut dan segera pergi. Lalu
ada tukang jualan sandal.
“TIDAAAAAKKKKK!!!!!” tukang sandal pergi.Lalu
ada tukang servis remot.
“TIDAK! TIDAK! TIDAAAAAKKK!!” tukang
servis remot segera pergi.
“JANGAN PERGGIIIII!!!!! REMOT TIVI GUE
RUSAKKKK!!!” John mengejar tukang servis remot itu sambil menangis.